History

Sejarah BPK PENABUR Tasikmalaya

Cikal bakal BPK PENABUR Tasikmalaya tidak lepas dari usaha dan perjuangan Sdr. Thio Sioe Tjoan.
Pada sekitar tahun 1953 Sdr. Thio Sioe Tjoan mengemukakan gagasan untuk mendirikan sekolah sendiri mengingat anak-anak dari Jemaat GKI-Jabar (Tionghoa Kie Tok Kauw Hwee Khu Hwee Jabar) harus bersekolah di bawah naungan lembaga pendidikan BPPK GKP.

Gagasan ini mendapat sambutan dan dukungan yang positip dari warga jemaat dan Majelis Jemaat GKI Jabar yang akhirnya gagasan itu dapat direalisasikan pada tanggal 15 Oktober 1953.

Sekolah yang didirikan terdiri TK dan SD. Untuk SD pada awalnya diberi nama “SD MASEHI” dengan sekaligus membuka kelas 1, 2, dan kelas 3. Untuk murid TK dan SD kelas I merupakan murid baru, sedangkan untuk kls. 2 dan kls. 3 merupakan pindahan dari SD ‘IMANUEL” milik BPPK GKP ( bekas sekolah zending – Belanda).

Ruang TK di bangun di samping gedung Gereja dengan biaya Rp 15.000,- (lima belas ribu rupiah), sedangkan untuk 3 (tiga) ruangan yang diperlukan untuk SD, Majelis Jemaat GKI Jabar mengizinkan menggunakan ruangan gereja dan konsistori.

Pada awal tahun 1954 dengan mendapat bantuan dari BPK JABAR (sebelum diganti menjadi BPK PENABUR) sebesar Rp 60.000,- (enam puluh ribu rupiah),  dibangunlah 4 (empat) ruangan kelas dengan lokasi sebagian di atas tanah gereja dan sebagian di atas selokan (setelah mendapat izin menutup selokan dari Pemda Dati II Tasikmalaya). Ruang kelas seluruhnya dibangun di atas selokan, sedangkan tanah di samping gereja digunakan untuk tempat bermain dan keperluan upacara.

Setelah 4 ruang kelas selesai dibangun, anak-anak dipindahkan ke kelas baru tersebut yaitu di  Jl. Veteran No. 51 Tasikmalaya.

Untuk berjalannya operasional sekolah, maka diangkat seorang Kepala Sekolah yaitu Sdr. Tan Djin Swie.  Selain menjabat sebagai Kepala SD,  beliau juga menjabat sebagai Kepala TK. Selain itu juga direkrut 2 (dua) orang guru yaitu Sdr. E. Gunata (Liem Tiam Ek) dan Sdr. Trilianti Hartani.

Pada tahun 1954 Sdr. Tan Djin Swie pindah ke Jakarta, maka kedudukan Kepala Sekolah digantikan oleh Sdr. E. Gunata (Liem Tian Ek)  dan sebagai pengganti Sdr. E. Gunata adalah Ny. Gunata sendiri.

Tahun 1956 untuk pertama kalinya SD Kristen Tasikmalaya mengikuti ujian negara yang diikuti oleh 10 siswa dan lulus 100 %.

Mengingat siswa SDK yang telah lulus perlu sekolah untuk melanjutkan studi ke jenjang berikutnya dan juga desakan dari orang tua agar ada kesinambungan pendidikan anaknya, maka pada tahun 01 Agustus 1957 resmi didirikan SMP Kristen yang berlokasi di bangunan sekolah yang disewa dari BPPK GKP Tasikmalaya yang lama tidak digunakan (bekas sekolah Zending – Belanda).

Dari tahun ke tahun jumlah murid SDK semakin bertambah, dan ruang yang ada tidak mencukupi, maka pada tahun 1973 diputuskan untuk menambah ruang kelas dengan minta izin penutupan selokan ke PEMDA Tasikmalaya. Setelah mendapat ijin menutup selokan dibangunlah 2 ruang kelas, 1 ruang kantor, 2 kamar mandi/WC, dan tempat buang air kecil bagi siswa putra.

Pada tahun 1976 diputuskan mendirikan SMA Kristen untuk menampung anak-anak lulusan SMPK, setelah mendapat izin pendirian dari Kanwil Depdikbud Jabar. Kegiatan belajar mengajar dilakukan pada waktu sore hari setelah kegiatan belajar mengajar SMPK selesai.

Tanggal 26 Maret 1979 bangunan SDK yang baru dibangun pada tahun 1973 dibuat bertingkat, sehingga SDK memiliki 9 ruang kelas, ruang kantor Kasek, ruang Perpustakaan, UKS, kantor guru dan WC.
Upaya agar siswa SMAK bisa masuk pagi baru terealisasikan pada tahun 1980.

Dengan persetujuan dari BPPK GKP Tasikmalaya untuk mendirikan dan menambah bangunan, maka pada tanggal 3 November 1980 dilakukan peletakan batu pertama pembangunan 4 ruang kelas di sebelah bangunan SMPK. Peresmian penggunaan bangunan ini dilakukan pada tanggal 3 Mei 1981.

Pada tanggal 6 Juni 1985 Pengurus BPK PENABUR  Tasikmalaya dapat membeli tanah seluas 455 m2 di Jl. Cihideung Balong No. 84 Tasikmalaya. Lokasi tanah ini berseberangan dengan lokasi SDK.Rencana pengurus, tanah ini untuk mendirikan bangunan TKK mengingat perkembangan TKK cukup menggembirakan. Maka pada tanggal 6 Desember 1985 dilakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung dengan 2 lantai. Peresmian penggunaan gedung ini dilaksanakan pada tanggal 12 Juli 1986.

Sungguh menggembirakan perkembangan SMAK, karena siswa yang mendaftar bukan hanya dari SMPK saja tapi juga dari SMP-SMP lainnya. Mengingat hal itu untuk memenuhi kekurangan ruang kelas, maka tanggal 1 Juli 1988 bangunan lama dibuat bertingkat. Peresmian penggunaannya dilakukan oleh Ketua Umum BPK PENABUR, Drs. Djufrie N. Sentana, MBA pada tanggal 14 Januari 1989.

SDK juga mengalami perkembangan jumlah siswa yang sangat baik, maka pada tanggal 1 Agustus 1990 Pengurus  Tasikmalaya memutuskan untuk mengontrak bekas gedung SD Imanuel milik GKP Tasikmalaya yang berlokasi di Jln. Selakaso (sebelah GKP) selama 5 tahun.  Hal ini dilakukan agar kegiatan belajar mengajar di SDK dilakukan pada pagi hari mengingat selama ini dilakukan pagi dan sore.

Dengan pengajuan anggaran pembelian tanah ke PH BPK PENABUR, maka pada tanggal 15 Februari 1995 dilakukan transaksi pembelian sebidang tanah seluas 2.242 m2 di jalan Ibu Apipah yang dialokasikan untuk bangunan SDK. Rencana pembangunan gedung ini berlantai 3. Upacara peletakkan batu pertama dilakukan pada tanggal 24 November 1996 oleh Ketua Umum BPK  PENABUR, Drs. Ruddy Koesnadi (bertepatan sidang pleno di Tasikmalaya). Rencana pemindahan SDK dari lokasi lama ke lokasi baru mendapat tantangan yang tidak sedikit dari orangtua mengingat situasi di Tasikmalaya dirasakan  cukup gawat setelah kejadian kerusuhan dan pembakaran gereja-gereja di Tasikmalaya pada tahun 1996.

Dengan dukungan doa dan keyakinan penyertaan Tuhan tidak berkesudahan bagi anak-anakNya, rencana tetap dilaksanakan sehingga pada tahun ajaran 1998/1999 SDK resmi dipindahkan ke lokasi baru. Upacara dan Kebaktian syukur dilakukan pada tanggal 19 Juni 1998.

Penandatanganan prasasti oleh Ketua Umum BPK PENABUR Drs. Ruddy Koesnadi dilaksanakan pada tanggal 3 Agustus 1998.

Lokasi SMP dan SMA di Jl. Selakaso No. 63 Tasikmalaya yang merupakan milik BPPK GKP yang mulai dari tahun 1957 s/d 2000 atau selama 43 tahun disewa oleh BPK PENABUR Tasikmalaya akhirnya atas berkat Tuhan dan dukungan doa dari Jemaat GKI Tasikmalaya, segenap keluarga besar BPK PENABUR Tasikmalaya serta dukungan dana dari PH BPK PENABUR – Pada tanggal 01 Juli 2001 tanah dan bangunan sekolah resmi menjadi milik BPK PENABUR setelah mengadakan pembayaran pertama pada pihak BPPK GKP.

Bangunan lokasi SMP dan SMA khususnya yang digunakan oleh SMP semakin lapuk mengingat usia bangunan yang sudah tua – ditaksir usia bangunan tersebut antara 60 – 70 tahun.
Dengan iman – BPK PENABUR Tasikmalaya mengajukan permohonan ke PH BPK PENABUR untuk merombak bangunan tersebut mengingat kondisi bangunan tersebut sudah tidak layak pakai juga lokasi yang tidak memadai dengan berkembangnya jumlah siswa.

Akhirnya pada awal Desember 2005 – dimulailah pembangunan / renovasi gedung sekolah di Jalan Selakaso 63 dan pada tanggal 09 September 2006 bangunan tersebut selesai dan diresmikan oleh Ketua Umum PH BPK PENABUR didampingi oleh Sekretaris Umum BPK PENABUR.

Sesuai dengan rencana pula, maka pada 08 Januari 2007 bangunan sekolah di Jalan Selakaso No. 63 dipergunakan untuk SD dan SMP sedangkan SMA menempati gedung di Jalan Ibu Apipah yang semula dipergunakan untuk SD BPK PENABUR.

Sejarah BPK PENABUR akan terus berlanjut – penyertaan dan berkat dari Allah bagi BPK PENABUR Tasikmalaya dari awal pendirian sampai hari ini tidak berkesudahan karena semuanya ini  demi kemuliaan namaNya.

SOLI DEO GLORIA !!